Connecting the Dots (Research) - New Dailyarie

Latest

A Daily Journal of thoughts and feels...

Connecting the Dots (Research)

Sudah beberapa kali menulis mengenai ini.

Pertama kali dengerin kata ini dari Atun. Atun bilang dia dapat dari Steve Jobbs.

Intinya adalah merangkai semua kejadian, momen, pengalaman hidup, pertemanan, akal pikiran, ide, dan apapun itu menjadi sebuah benang merah yang menyatu dan mengambil hikmah dari situ.
Mencoba merecall hal ini sebelumnya, untuk scope yang lebih kecil riset untuk program PhD misalnya. Kayaknya hal ini bisa kelihatan jelas kalau ditranslasikan. Setiap dots adalah sebuah ide, permasalahan, penyelesaian dari berbagai macam dot dari akademia di seluruh dunia. Thank God hari ini ada internet yang bisa lebih mudah untuk menggapai dot-dot itu.

Untuk mendapatkan sebuah dot, sebuah benang merah, ini yang barusan saya coba telusuri lagi. Beberapa waktu lalu, mentor saya Mbak Dessy bilang ya tinggal dicari aja benang merahnya, gitu juga tante saya yang dosen, semuanya bilang cari benang merahnya. Tapi masalahnya adalah, saya gak tahu apa kesimpulan dari masing-masing dot dan bagaimana menjadikan benang merahnya. Cuman satu ternyata masalahnya, yaitu AIM! tujuan, apa yang dimau? atau kasarnya kamu mau apa?

awal mulanya adalah beberapa hal yang saya hadapi, baru berkeluarga, arka baru lahir, berat badan arka kurang, tetangga di rumah UK kurang oke, proses transfer sekolahan, juga ngurusin ISIC semuanya terjadi di satu waktu yang berdekatan. Dan ibarat komputer, RAM di otak sudah terpakai untuk processing masalah-masalah itu. dan sayangnya porsi yang cukup kecil bisa digunakan untuk riset PhD.

Itu salah satu jalan yang mungkin memang harus saya jalani. Proses perubahan mindset, karakter dan mental.

Ada seorang kawan yang pernah bilang kalau berkeluarga harusnya lebih mudah, karena fokus bisa lebih terjaga antara di kampus dan di rumah. Saya sendiri gak tahu kenapa dia bisa bilang begitu, dia sendiri memang sudah berpengalaman di bidang pendidikan, secara dia dosen, dan satu lagi dia juga belum berkeluarga. Tapi syukurnya itu masukan yang berarti. Fokus kedua hal itu! managing the focus? with seize the day? enjoying the moment? itu mungkin maksudnya yang baru dirasakan akhir-akhir ini.

Ini juga baru kelihatan setelah akhirnya saya tahu apa yang mau gw kerjain. Ke sananya sambil jalan bertahap mempersiapkan mental, dan mempersiapkan semuanya. Alhamdulillah connecting the dots nya sudah mulai bisa berjalan. Sekarang bisa berpikir lebih jernih lagi, lebih nyaman berpikir, dan mengungkapkan ide-ide, menyelesaikan masalah.

Kembali mengingat apa hal-hal yang menyenangkan. As a perfectionist, gw seneng banget sama keteraturan. Menyusun semua rencana sampai sedetil mungkin, setiap jam bahkan mungkin setiap detik bisa diatur. Karena bagi gw keteraturan itu adalah buah dari pemikiran, mental dan juga passion. Akhirnya gw seneng banget waktu ke Cambridge kemarin bisa bikin itenary yang rapih dan itu hasil riset. Gw kembali menyenangi riset, riset untuk apapun, ya hape, ya kamera, ya harga tiket. Rasanya senang kalau bisa menemukan sesuatu. Sampai gw bikin juga itenary untuk pulang ke Indonesia akhir tahun ini, ditambah bantu bikinin rekap PO untuk istri gw.

Ya, gw bisa bilang kalau PhD program itu kayak pelatihan atau training untuk kehidupan. Beda sama training motivasi dan lain, karena di sini kita dituntut untuk memotivasi diri kita sendiri, atau mencari faktor-faktor untuk bisa kita jadikan motivator. Pelatihan mental bisa juga, pelatihan hidup bisa juga, pembentukan jalan pikiran. And how lucky i am bisa mengikuti proses ini, semoga proses ke depannya akan lebih baik dan lebih semangat.

Karena sekarang alhamdulillah semua dikit-dikit sudah mulai ke-set. Arka tumbuh dan berkembang dengan baik, seneng banget, istri sudah mulai nyaman tinggal di UK sambil merawat anak (gw tahu pengorbanannya yang luar biasa, dan itu bukan hal yang mudah) jadi bisa berkreasi masak makanan enak-enak kadang kue kadang bakso, alhamdulillah. Ditambah hubungan sama supervisor bisa lebih baik dan lebih dekat. Sekarang bisa lebih mudah memposisikan diri kapan sebagai seorang teman, dan kapan sebagai seorang student (ini cukup menantang), managemen waktu, manajement target, fokus dan pikiran sudah mulai diaplikasikan. Punya hobi baru sebagai life balancer.

Yang paling berarti dan paling mendorong adalah dorongan dari dalam diri untuk bisa menjadi kepala keluarga yang baik, ayah yang baik yang ingin meningkatkan kualitas hidup istri sama anak. dari situ baru untuk berkontribusi ke lingkungan luar :)

Bismillah. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan ridha-Nya. juga memberikan kekuatan untuk menghadapi semua tantangan di depan. Amiin.