Good Morning - New Dailyarie

Latest

A Daily Journal of thoughts and feels...

Good Morning

Barusan sampai kantor,

Alhamdulillah sudah bisa bangun pagi lagi, lanjut mandi terus berangkat. Semoga kebiasaan ini bisa dilanjut terus sampai teruuusss...

Kemarin malam sebenarnya mau nulis, tapi kayaknya lebih menarik main sama anak and ngobrol bentar ama istri.

Jadi kemarin sempat ngobrol sama Bokap. Kita cerita mengenai bagaimana PhD sepengetahuan kita masing-masing. Sampai akhirnya kita nemu perumpaan PhD yang sesuai dan cocok buat pengertian kita berdua. Dengan menjelaskan gw akhirnya memikirkan gimana perumpaan yang sesuai dengan yang gw mengerti. Semoga pengertian gw ini benar.

Ngobrol sama bokap, cerita kalau dulu supervisor gw bolak-balik bilang kalau PhD itu bukan menyelesaikan masalah, tapi membantu orang lain untuk menyelesaikan masalahnya. Kalau fokusnya menyelesaikan masalah itu engineer. Nah kalau membantu orang menyelesaikan masalah, otomatis harus tau filosofi dari masalah itu dan bagaimana bisa membantu orang untuk bisa menyelesaikan masalah yang serupa di masa depan. Kontribusi itulah yang bisa bikin seseorang diberi PhD. Diberi maksudnya adalah diakui bahwa pekerjaan seseorang bisa memberikan kontribusi yang nyata dan jelas bagi dunia pengetahuan. Bagaimana kalau sesuatu yang sudah ada di dunia nyata tapi tidak ada di akademis? lha, kalau itu mah anak s1 aja, gitu kata supervisor pertama gw. Terus terang sampai saat itu gw belum ngerti maksudnya.

Tambah lagi satu hal, mengenai seorang dari dunia profesional masuk ke dunia akademis kayak jadi PhD student. Bentar, udah tahu belum bedanya bachelor, master dan PhD? nah terus terang gw juga baru tahu dari James Hayton dari bukunya, dia bilang kalau PhD itu sama sekali berbeda dengan apa yang dulu gw pikirkan. PhD itu justru kalau menurut gw bukan strata paling tinggi dalam ilmu pendidikan atau akademis. Ya secara jenjang memang paling tinggi untuk sebuah program, tapi PhD sebenarnya adalah sebuah pendidikan atau training untuk masuk ke dunia akademis. It is totally different. Di program PhD ini, seorang PhD student dituntut untuk bisa merubah mindsetnya untuk menjadi seorang researcher. Jadi kalau ibarat dulu di undergraduate ada matrikulasi, kurang lebih nya PhD ini adalah sebuah matrikulasi untuk bisa masuk ke dunia profesional bidang akademis. Nah dari seorang PhD ini kemudian naik level menjadi post doc, lecturer, senior lecturer, reader, professor. Mulai post doc, seseorang dinilai sudah masuk ke dalam dunia akademis. Dunia yang dibilang menara gading ama orang-orang. Kurang lebih seperti itulah dunia PhD. Makanya PhD di tempat gw  ini gak ada silabus, gak ada kurikulum di tempat, malah untuk beberapa negara di Eropa kayak temen gw, PhD dianggap sebagai seorang employee bukan student. Kira-kira begitu sepengertian gw. Jadi kalau mau ngomong, di dunia pendidikan, master itu lah yang jenjang sekolah paling tinggi. Needs time to me to understand this, but it might be the best way to understand it through the time.

Ada lagi, ada perbedaan mindset antara seseorang profesional untuk masuk ke akademis, ini yang gw rasakan. Yang supervisor gw pernah bilang, kamu ini beruntung dan enak sebenarnya, kalau kamu dari industri kamu bisa lebih cepat karena sebenarnya kamu sudah punya masalah yang nyata. 'Masalah' ini yang kemudian dijadikan fondasi untuk memulai sebuah riset. Kalau kamu tahu problemnya, 'fix di problem ini' (jangan muter-muter kayak gw, bingung nentuin problem karena gak pede sama problem yang mau gw kerjain*). Kejadiannya begitu nyata dan ada, dari situ lah jelas mau ke arah mana. Pencarian literature akan lebih mudah, jadi tidak perlu mencari lagi masalah dari literature yang ada. Jujur saja, pencarian literature itu luar biasa menurut gw. Banyak tantangannya. Tapi itulah dunia akademis, yang dibilang penuh teori, ya betul justru teori itulah yang membangun skill kita untuk pemecahan sesuatu. Lebih dari sekedar intuisi. wallahualam. Lanjut lagi ini berbeda dengan yang belum tahu di bidangnya, akhirnya berusaha menemukan masalah dari literatur, oh ternyata ada yang sudah menemukan dan mengerjakan itu, cari lagi terus sampai dapat. Jadi alhamdulillah gw mengerti ternyata ada masalah itu dan dari situ gw bisa memulai start.

Tapi ada satu hal lagi, background gw dari tempat kerja gw. Dan gw tahu ada banyak topik yang bisa dijadikan bahan untuk memulai riset. Tapi balik lagi, gw waktu itu belum yakin sama sekali sama masalah apa yang bisa angkat untuk dijadikan riset. Gw malah berpikir sebaliknya, apa bener perusahaan gw yang emang belum bisa dan sebenarnya perusahaan lain sudah mengerjakannya. Atau gimana? apa mungkin sebenarnya sebuah OEM sudah punya hal itu semua, cuman perusahaan tempat gw aja yang gak tahu. Jadi kayak gw akhirnya gak percaya sama perusahaan gw, naudzubillah (suudon gw, maafkan). Sampai akhirnya gw nemuin paper yang kemarin gw bilang itu, paper yang bilang memang kalau ada masalah itu dan benar adanya masalah itu nyata di dunia. Dari situ alhamdulillah udah mulai gain confidence, kalau riset gw bakalan seperti ini.

Mungkin memang butuh waktu hampir dua tahun buat gw untuk menemukan masalah ini. Tapi buat gw, ini mungkin jalan yang terbaik, bahwa proses gw seperti ini. Success story setiap orang kan akan berbeda-beda. Jadi Bismillah, wish me luck please :)