Thanks Allah it is Friday (TAIF) with HUME - New Dailyarie

Latest

A Daily Journal of thoughts and feels...

Thanks Allah it is Friday (TAIF) with HUME

@kantor, waktu dan tempat yang baru

Kenapa semuanya baru? karena sebenernya setiap saat itu adalah hal yang 'baru'. Kayak film, film itu adalah kumpulan beberapa gambar yang 'diam';

Nah itu mungkin yang bisa gw ambil dari novel yang gw baca. gw memang masih baca ampe sekarang, judulnya "Sophie's world"; gw dah beli buku ini dari beberapa tahun yang lalu. 2010 gw beli versi Bahasa Inggris di Newcastle waktu gw beres thesis gw. Terus karena gw pun bingung dengan bahasa inggrisnya, gw beli yang bahasa Indonesia. Nah ini baru sampe bab "Hume"

Fotonya gw lampir di bawah. Doi itu namanya David Hume. Filosof yang terkenal dari Scotlandia, dianggap sebagai salah satu orang yang berpengaruh terhadap perkembangan peradaban di Eropa. Memang bab ini menarik, gw kayaknya harus baca sekali lagi biar ngerti apa maksud sebenernya. Jadi kalau diambil kesimpulan, Hume ini punya pandangan bahwa benar atau salahnya manusia adalah dibilang dari 'kebiasaan' yang sudah ada. Tapi sebenarnya kita ndak bisa membenarkan atau menyalahkan itu semua. Contoh, kalau ngupil di muka umum, itu salah atau benar? karena itu tidak menjadi kebiasaan orang umum, ngupil bisa jadi hal yang 'salah' karena di luar kebiasaan orang pada umumnya.

kebiasaan-kebiasaan itu adalah hal-hal yang tumbuh karena kita pernah mengalami hal itu berkali-kali. Contohnya kayak gini, kalau misalnya melempar bola ke atas, pasti dia akan jatuh lagi. Kita udah tahu itu karena ada gravitasi bukan? Bandingin kalau ada seorang bayi, ngeliat bola yang dilempar malah melayang. Yang akan lebih kaget siapa? ya kita kan. Ya, karena kita sudah menyimpan pikiran kita dari kebiasaan-kebiasaan, atau karena kita sudah berkali-kali atau bahkan ratusan kali melihat kalau bola yang dilempar itu akan jatuh ke bawah. Betul?

Nah, kira-kira kayak itulah yang bisa gw ambil. Gokil nie buku. Berat bin heavy! But okeylah, keren juga pemikiran-pemikiran filusufi.