11.14.2016

Belajar Mandiri

Ini yang selama ini barusan gw dapat belajar dari pengalaman dan juga dari bincang-bincang sana sini sama temen- temen.

Phd? Proses pembelajaran kehidupan. Di mana kita dilatih mandiri. Gak cuman untuk riset, tapi untuk hidup juga. Mandiri di semua hal di semua sisi dan di semua lini.

Mandiri dari mulai mengatur jadwal hidup. Ditambah mengatur target riset. Sampai mengatur motivasi dan mindset pun dilakukan sendiri. Itulah yang harusnya dilakukan, secara cerdas dan pintar ya supaya semua tujuan dan planning dapat tercapai. Sulit di awal? Tapi bisa dilakukan.

Sampai saat ini gw ngerasa koq jelek banget. Pake perpanjang segala. Wah pokoknya banyak banget pikiran negatif gw. Nah kemandirian dalam kecerdasan berpikir positif, menghadapi ketidaksempurnaan keadaan, dll. Itu jadi hal yanh gw banyak belajar dari PhD.

So. Bismillah!!! Kerjas terus dan semangat terus. Karena itu yang gw bisa, usaha!!

9.15.2016

Miss you Mom Dad

Entah kenapa barusan di mesjid tiba-tiba ingat Mama.

Kangen aja ama Mama...

Berasa luar biasanya Mama waktu gw kecil ya, pengorbanannya, semua yang dilakukannya ya untuk anak nya. Nyokap memang luar biasa, beliau punya caranya sendiri untuk nunjukkin kalau beliau sayang banget sama anak-anaknya. Memang sering kali gw ama nyokap berbeda pendapat, tapi luar biasanya nyokap karena beliau ngerti sikap ama karakter anaknya ini kali ya, Nyokap cenderung diam dan mengiyakan.

Masih inget dulu gw diceritain Eyang gw gimana nyokap susah payahnya ngelahirin gw. Nyokap sempat pendarahan yang luar biasa, di mana waktu itu ilmu medis belum sebagus sekarang. Nyokap ditransfusi beberapa labu darah. Dan transfusi darah ini yang disinyalir bikin nyokap kena livernya yang sekarang. Karena gw baru tahu kalau inkubasi virus ini beberapa belas tahun lamanya.

Waktu kelahiran ini juga bikin gw dibilang 'anak mahal'; Ditambah pengorbanan bokap yang rela membatalkan keberangkatannya ke Finlandia buat kerja. Ya demi gw.

Sebelumnya sie gw gak ngerasa apa-apa ya, tapi begitu gw punya keluarga, punya Arka. gw tahu rasanya pengorbanan bokap ama nyokap buat anak-anaknya. Bokap rela untuk kerja di luar pulau jauh dari anak istrinya. Berat banget rasanya gw tahu, gw pernah ngalamin selama beberapa bulan. Beuh rasanya luar biasa. Kangen berat!!

Pengorbanannya pun gak berhenti sampai situ. Di saat gw punya keluarga gw sendiri, bokap nyokap rela gw menjadikan keluarga gw sendiri prioritas gw yang paling utama. Kasih sayang mereka, pengertian mereka semoga bisa gw contoh. Gw bersyukur gw jadi anak bokap nyokap gw. Gw jadi gw sekarang gak lain juga dari doa Bokap dan Nyokap gw.

Gw cuman pengen nyokap kalau gw sayang banget ama nyokap-bokap dan kangen banget ama nyokap-bokap. Semoga gw bisa selalu memberikan kebahagiaan buat nyokap-bokap. Semoga nyokap-bokap diberikan kesehatan, kebahagiaan, keselamatan, rahmat dan umur yang panjang dan berkah. Amiin.


9.14.2016

Anxiousity

Barusan nyoba self assessment mengenai anxiety dan depresi. Entah kenapa hasilnya 20 dari 24 untuk depresi dan 17 dari 20 untuk anxiety. Maaann.

Kocak juga. Ya mungkin ini yang berkaitan dengan under pressure work sama push dari system yang ada. Inilah salah satu tantangan hidup. Bersyukur ini adalah training hidup yang harus dijalani.

Sekarang memanage stress menjadi kerja yang smart dan produktif. In sha Allah aman semuanya. Kita ambil dari stack yang kecil kecil kemudian lanjut menjadi besar.

Masih inget sama Adi untuk mulai dari titik-titik kecil kemudian disambung menjadi sebuah garis. Dari garis menjadi sebuah arsiran lanjut jadi tiga dimensi.

In sha Allah bismillah.

Wish me luck please

9.13.2016

Eid Mubarak

Selamat Hari Raya Idul Adha

Realistic Target

Barusan ini ketemu sama pembimbing both research and scientific.

Alhamdulillah keselarasan keduanya menjadi modal dan bekal untuk sampai ke saat ini. Di awal memamg sulit sekali rasanya berusaha untuk mengerti.

Pikiran serasa 'buntu' yang bikin seakan kita gak ke mana-mana. Yang pasti tantangan itu ada.

Tantangan itu kemudian membuat kita menjadi diri yang lebih baik dan yang pasti lebih humble. Aammin.

Sekarang justru masa yang kritis. Di satu sisi sudah terlihat ke mana arahnya dan bagaimana caranya sudah jelas, hanya saja intensifitas pekerjaan yang harus ditambah dan harus lebih smart. Kalau gak yang jadi kontra produktif. Justru saat harus selesai cepat malah jadi malas yang ada.

Sekarang lagi coba menset goal dengan timetable yang lebih realistis dan lebih smart. Dibuat semua serba realistic biar pencapaian yang ada malah akan membuat kita semakin produktif dan lebih baik. Aammiin. In sha Allah.

Wish me luck please

Tetangga Masa Lalu

Ini slang dari Tetangga Masa Gitu...

Bedanya di sini tetangga masa gini. Yang memang menceritakan keunikan dan pembelajaran dari bertetangga.

Memang kita sekarang lagi tinggal di tempat yang beda dengan status sebagai minoritas. Dengan segala keminoritasan ini harapam gw sie bisa lebih guyub sama lebih dengan sesama.

Tapi memang mungkin culture yang berbeda ya, akhirnya ya memang sejalannya saja. Yang menarik adalah menjadi bagian dari society atau komunitas di tempat tinggal ada banyak dinamika masing-masing.

Masing-masing orang membawa budaya nya sendiri dengan karakter yang dibawa sesuai background, lingkungan, pendidikan, etc (you name it). However, menjadi orang yang punya peran di masyarakat atau society bakal memberikan kita banyak pelajaran.

Yang pasti kita bukan kayak nutella, yang bisa disenengin semua orang. So, be it. As long as we think it is all right and we have our own reason. Just do it.

Kita cuman percaya itu, memaklumi kalau setiap orang punya alasan masing-masing untuk apa yang dilakukannya. Ada yang nyontoh dari berpakaian, dari apa yang dimasak, dari apa yang dibelu, and so on and so on. As long itu berlomba dalam kebaikan alhamdulillah.

Memang kadang ada rasa sombong atau rasa gak suka untuk di'sama'kan atau ditiru ya. Tapi ya kembali lagi jadi pelajaran buat gw. Buat melihat segala sesuatu menjadi yang positif. In sha Allah aammiin.

Jadi contoh? Alhamdulillah sekaligus astagfirullah. Karena secara gak langsung segala perbuatan, tindakan, ataupun apa yang kita kenakan m
enjadi etalase karakter dan akhlak kita.

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan untuk bersikap dan berpikiran positif selalu. Aammiin :)

7.21.2016

Podomoro

Di rumah, beresin target hari ini untuk model.

Tadi nganter Arka sekolah, lucu mau salaman dia. Lanjut kerja lagi. Break sambil nunggu part time nanti jam 13.30.

Jadi ngerasain yang namanya jenuh, bosen dan gak bisa fokus. Saking banyaknya kerjaan dan banyaknya yang harus dipikirin (maklum semakin tua malah semakin banyak yang dipikirin). 

Kemarin coba nyari-nyari di internet, baca-baca mengenai life hacking, sama satu lagi proscratination akut yang gw hadapin. Proscratination itu menunda-nunda dan seakan menghindar dari kerjaan utama dengan ngerjain kerjaan sampingan yang dinilai lebih mudah dan lebih gampang. Sampai situ, gw bingung dan butuh sesuatu solusi,

Solusi yang barusan gw dapet, dan baru dijalanin dua hari ini adalah podomoro. Alhamdulillah dengan bantuan teknik ini, target gw, kerjaan gw sedikit demi sedikit bisa kelar. In sha Allah, semoga tetap teguh dan komitmen biar gw makin bisa lebih produktif ke depannya.

Jadi pertama yang paling penting adalah niat. Niat ini penting, niat ini merepresentasikan akan apa pekerjaan yang akan dilaksanakan, bagaimana melaksanakannya, dan apa yang harus dicapai dalam pelaksanaannya? Jelas, kalau gak tahu gimana, pakai apa dan kapan selesainya, yang ada muter kayak jebakan betmen (previous blog).

Nah podomoro ini ditemukan sama orang psikolog, yang beranggapan bahwa bekerja dengan intens diselingi istirahat, akan memberikan efek yang lebih besar daripada stretched energi dan pikiran dalam satu waktu alias sekaligus.

source: wikipedia

Jadi dari niat, target sudah diset kemudian di-tuck menjadi beberapa bagian. Ketika mengerjakan itu baru kita set waktu 25 menit full bekerja diselingin 5 menit istirahat. Selang-seling dengan setelah lebih dari 25menit x 4 break menjadi 15 menit. Begitu seterusnya dalam waktu jam kerja. Alhamdulillah dengan begitu anxiousity bisa dipecah dan konsentrasi bisa kembali terkumpul. Niat, persisten dan komitmen itu yang harus saya pelajari dan masih terus belajar.

Mohon doanya supaya bisa berhasil, lancar submit disertasi PhD November ini.